
Ceritanya, hari ini saya bolak-balik kesana-kemari.
Banyak sekali ruangan yang harus saya bersihkan.
Di masing-masing tempat, sudah menunggu sapu dan lap untuk saya pakai.
Orang-orang penasaran, memperhatikan saya dari jauh.
Lalu lintas di depan jalan, ramai lancar kalau kata penyiar radio.
Semua kerjaan selesai pukul 11 tadi.
Saya belum makan.
Dan seperti biasa, saya makan di warung seberang jalan.
Warung kecil, masakan rumahan, kopi hitam, rokok dua batang.
Sudah sama belum, dengan menu khas penarik angkutan kota?
--
Saya mengobrol sebentar,
bicara ini itu,
berakhir dengan mulut menguap.
Satu demi satu, orang-orang pergi.
Saya menuju kamar.
Kembali ke muara saya.
Kolam dimana saya hidup belakangan ini.
Lima menit pertama,
saya ngantuk luar biasa,
dan seperti yang disarankan oleh rambu lalu lintas,
'ngantuk? istirahat di pinggir'
Maka saya menyandarkan kepala ke dinding keramik,
memasang kipas dan mengecilkan volume mp3.
Tidur.
Selama hampir satu jam.
--
teman SMA saya sms,
menanyakan kabar kesehatan.
Saya baru balas setelah bangun.
Saya bangun dengan perasaan tidak enak.
Seperti ada yang tidak baik,
seperti ada yang salah,
seperti ada yang kurang,
tapi apa?
Saya berdiri,
beranjak menemui teman maya saya, warnet.
Menyetel sebatang rokok sisa,
sebelum dua jam lagi turun hujan di tempat ini.
--
Jadi disinilah saya.
Masih dengan setelan kaos hitam dan celana putih.
Masih dengan topi adidas terpasang.
Menulis, untuk mendamaikan diri sebisa mungkin.
Merokok, untuk menyuci hamakan ruangan.
Minum air banyak-banyak,
karena haus..
Merindukan kamu, merah muda..
Karena gelap hidup saya,
bukan abu-abu.
:)
BalasHapusyuuuhuuuu.