Eatology - White Mio



"It was strange, how easily and quickly protection could cause destruction.
Sometimes, Vasher wondered if the two werent really the same thing.
Protect a flower, destroy the pest who wanted to feed on it.
Protect a building, destroy the plants that could have grown in the soil.
Protect a man. Live with the destruction he creates."

  - Brandon Sanderson, Warbreaker. -




--

Saya jatuh cinta kepada perempuan yang belum saya tahu siapa namanya.
Kepada gadis yang wajahnya akan membuat Chelsea vs United menjadi hanya delapan puluh persen menarik.
Kepada dia yang ber-blous hitam.
Kepada dia yang berambut panjang.
Kepada dia, yang mencicipi kebab dengan bibir merah .
Malam itu.


Eatology jadi saksi.
Bahwa leher yang sekarang sakit karena kaku terlalu lama melihat ke depan (dengan alasan ini itu) (padahal mencari kamu) adalah bukti.
Ini. Untuk kamu yang belum saya tahu namanya.
Istimewa, seistimewa hari ulang tahun sahabat saya malam tadi ..


Saya jatuh cinta, kepada gadis yang tidak pernah saya tahu namanya.
Kepada kamu, yang malam itu duduk berselonjor di motor sambil sibuk belepotan saus kebab.
Sementara saya dan sahabat saya, masih setengah kesal karena ternyata Persib masih kalah baik dengan timur.
Sesekali, saya akan melihat kamu.
Melihat, bukan mengamati.
Sepintas-sepintas.
Dalam tema yang malu-malu. Lalu ketahuan.


Mata bertemu.
Dan susah untuk tidak tersenyum.
Walau kaku. Biarlah dibalas melengos.
Kalaupun akan begitu ceritanya. Itu rencana. Sekedar wacana.
Mata bertemu. Dan susah untuk tersenyum dengan segumpal asap rokok yang baru dihisap dalam-dalam. Resikonya bukan serangan jantung tiba-tiba. Tapi batuk tak terkira.
Memang kaku. Tapi ada senyum.
Dan kamu tidak melengos. Kita bertemu pandang.
Dan saling diam dua detik.
Saya mengagumi kamu.
Dan kamu mencari klasifikasi makhluk apakah saya.
Itu nyata. Realita.


Pesta selesai.
Kopi jadi dingin.
Tinggal asap ditiup angin.
Dan saya masih jatuh cinta kepada gadis yang belum saya tahu namanya.


Saya putar badan.
Ada gerakan otomatis untuk melihat ke arah kamu.
Mata bertemu mata, dengan kamu.
Kamu tertunduk. Saya tersadar.



Saya tidak jatuh cinta.
Cuma tersandung, itu saja.
Eatology jadi saksinya.



--



1 komentar: