the things i would've said


" Sometimes you have to test someone, not because you dont trust them, but to see how much they'll sacrifice for you.
And sometimes you have to let them go, not because you suddenly stopped loving them, but to see if they love you enough to come back "

- Unknown-



--
Katanya kalau orang kecewa itu rasa-rasanya luar biasa.
Bisa beri energi yang dasyat, bisa bikin kita overwork tapi merasa tidak lelah.
Identifikasi kecewa itu selalu jelek.
Untuk saya, identifikasinya tragis.
Perjuangannya menjadi seolah sia-sia.
Apa yang telah terjadi buyar, dan untuk dia tidak lagi punya arti.
Saya tidak akan menyeret perasaan saya lebih jauh lagi.
Kecewa juga ada batasnya.
Seperti layaknya sabar.
Saya berjanji, kepada saya sendiri.
dan tentu kepadamu, yang saya kasihi.
Bahwa saya tidak akan larut dalam tidur panjang yang menina bobokan kekecewaan saya.
Bahwa kecewa saya ini, akan jadi tombak hidup saya yang baru. Tombak perjuangan saya.
Hidup saya, yang lagi-lagi bukan tentang kamu.
Hidup saya, yang saya perjuangkan sekarang untuk saya dan dunia.
Tentu dunia saya.
Dimana mungkin masih ada lima sampai sepuluh orang yang tulus menyayangi saya.
Bukan tentang kamu,
kamu yang selalu menganggap saya kerdil dan kecil,
Kuman yang tidak berarti dan mengganggu privasi kamu.
Kamu yang besar dimata saya, saya yang kecil di mata kamu.

Ya,
memang kisah ini dulu tentang kamu,
kamu yang sangat saya sayangi.
Dan kini tidak lagi.
Ini kisah tentang saya menaklukkan hidup.
Perjuangan saya. Penderitaan saya, harapan saya.

Bukan kamu.
yang sampai detik ini, kalau saya perempuan, kamu masih bisa membuat saya ingin menangis.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar