the truth of river



ada satu pertanyaan yang terlontar padaku siang tadi ..
"mengapa setiap orang harus menangisi cinta?"
aku berpikir cukup lama sebelum kuputuskan untuk menjawab..
tapi biarlah kumulai jawabannya dengan menulis hal ini, berharap kau cukup dianugrahi hikmat untuk mengerti..
[aku berharap kau tak menangisiku .. atau tak menangisi cintaku]
dan untuk jawaban dari pertanyaan mu siang tadi kutuliskan beberapa bait sajak untukmu,
semoga kau puas .. karena dari dulu pun kau tau aku bukan kahlil gibran maupun einstein ..

tapi ini untukmu,
setiap manusia datang untuk menangis, mereka menangisi dunia yang penuh warna, atau tangis kecewa karena harus bangun dari surga penuh damai .. dan ternyata kudengar laut juga penuh berisi airmata, sebab laut adalah muara tangis kita yang tak berkesudahan, dan dengan tak ragu air itu masuk ke dalam cangkir kita .. yang menjadi kopi yang setiap pagi kita minum, atau jus jeruk yang kita teguk di siang penuh dahaga, atau segelas air putih yang menyehatkan kita di malam hari ..
kita minum .. dan kita membuangnya lagi ke laut .. begitulah hidup .. dan jika kita datang ke dalam hidup dengan tangis .. apa yang aneh dengan menangis untuk cinta

lalu dengan pendar matamu yang selalu gelisah kau buat satu pertanyaan lagi ..
"mengapa Tuhan ijinkan aku menangis?"
sunguh ijinkan aku tertawa waktu kudengar kau lontarkan pertanyaan itu, suatu sindiran yang sangat manis yang keluar dari bibir seorang perempuan sepertimu..
tapi seperti yang tadi, kumulai sebuah jawaban dengan satu kalimat untukmu ..
["jangan menangis untukku .. dan jangan bicara tentang Tuhan kepadaku .. aku pun tak pernah mengerti"]
dan untuk sindiranku siang tadi, aku mau berkata .. akupun belum tau jawabnya, dan jujur aku sudah lelah bertanya mengapa ..
dan kurasa Tuhan punya alasan untuk tidak menjawab pertanyaan mengapa kita ..

terakhir kau buat satu bait sajak untukku:

~benarkah hidup ini jambangan kesedihan?
~tempat bunga-bunga duka dan kembang-kembang tangis menjadi satu ~dengan kisah air mata
~aku kah yang menaruh kau dalam jambangan itu?

dan ini sajak balasan untukmu:
~kalau cintaku mati
~aku takkan menangis
~karena ada kau .. yang lebih mengerti harga sebuah tangis yang lebih pahit..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar